POLITIK

Senin, 28/11/2011, 16:16
Ical: Terkait Isu di Papua, Integritas Wilayah Adalah Harga Mati

POLITIK Golkar
 

ical-terkait-isu-di-papua-integritas-wilayah-adalah-harga-mati Aburizal Bakrie/Int
 
Sehubungan dengan persoalan Papua, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Aburizal Bakrie menegaskan integritas wilayah adalah harga mati karena itu yang diperlukan sungguh-sungguh membangun dan memajukan Papua.

"Akhir-akhir ini isu Papua mencuat lagi, kita harus katakan bahwa integritas wilayah adalah harga mati, tetapi kita juga harus sungguh-sungguh membangun dan memajukan Papua," kata Ketum DPP PG Aburizal Bakrie pada pelantikan pengurus Badang Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Partai Golkar di Jakarta, Senin (28/11/2011).

Balitbang Partai Golkar dipimpin oleh Rizal Mallaranggeng dengan beberapa anggotanya seperti Jefrey Geovani, Indra J Piliang, Happy Bone, Indra Utoyo, Nurul Arifin dan sebagainya. Beberapa tokoh senior juga bertindak sebagai Dewan Pakar antara lain Siswono Yudhohusodo, Sofyan Effendi, Sarwono Kusuatmadja, Marzuki Darusman, Andi Mattalata, Fadel Muhammad dan sebagainya.

Lebih lanjut Ical menjelaskan bahwa masalah Papua terkait dengan banyak hal. Namun, tambah Ical, salah satu cara untuk menuntaskannya adalah membangun dengan sungguh-sungguh.

Ical justru mempertanyakan konsep yang ada dalam membangun Papua. Ical meminta para kadernya untuk memberikan kontribusi dalam merumuskan konsep pembangunan Papua yang lebih tepat dan efektif lagi.

Selain itu tambahnya, bangsa Indonesia harus bisa menemukan konsep dan formula yang seimbang antara kepentingan domestik, nasionalisme dan keniscayaan jaman yakni globalisasi ekonomi.

"Sejauh ini, terutama dalam soal perdagangan dan pengelolaan sumber daya alam, kita masih perlu menekan pentingnya kontrol dan penguasaan pada bangsa kita, bukan pada pihak lainnya," kata Ical.

Ical mengakui Indonesia adalah negara terbuka, tetapi keterbukaan itu pertama-tama digunakan untuk memperjuangkan dan membela kepentingan rakyat.

Dalam pidato lainnya Ical juga mengusulkan segera dikurangi secara bertahap subsidi Bahan Bakar Minyak dan listrik yang tidak tepat sasaran agar bisa digunakan untuk membangun pendidikan, fasilita umum dan infrastruktur.

"Kita harus mencari jalan untuk mengatasi 'skandal' terbesar dalam kebijakan publik selama ini, yaitu subsidi BBM dan listrik dalam jumlah yang dahsyat, yang tidak tepat sasaran," kata Ical.

Lebih lanjut Ical menegaskan jika subdisi BBM dan listrik tersebut bisa dihilangkan maka akan banyak dana yang bisa digunakan untuk membangun dunia pendidikan, fasilitas umum maupun infrastruktur.

"Kita harus mengurangi subsidi tersebut dengan dratis namun bertahap. Dana yang dihemat sebagian diberikan langsung pada rakyat miskin, sebagian lagi untuk membangun pendidikan, fasilitas umum dan infrastruktur," kata Ical.

Karena itu tambah Ical perlu dirumuskan konsep terbaik untuk melaksanakan hal tersebut. Ical juga menekankan perlunya memberikan pengertian pada rakyat bahwa berkorban sedikit demi kejayaan masa depan bangsa adalah kearifan yang sungguh-sungguh harus dijalankan.

Dalam kesempatan itu Ical juga menekankan pentingnya peranan ide-ide dan gagasan yang cemerlang bagi kemajuan Partai Golkar maupun kejayaan bangsa. Karena itu tambah Ical peran Balitbang menjadi sangat penting untuk memunculkan ide dan gagasan tersebut.

"Partai Golkar harus menjadi partai terdepan dalam menunjukkan bahwa kompetisi politik adalah kompetisi ide dan gagasan," tegas Ical.

Ical berharap PG bisa menjadi yang terdepan dalam diskursus politik sehari-hari di koran maupun televisi.

"Politisi partai kita, jangan terlalu terlibat dalam kontroversi ke kontroversi lainnya, tetapi lebih banyak terlibat dalam perdebatan substansial yang mendalam, menarik dan sungguh-sungguh menyangkut kepentingan rakyat," kata Ical.

Partai Golkar tambah Ical harus mendorong agar arena kekuasaan, perwakilan dan pemerintahan adalah sebuah arena untuk bersaing serta berlomba untuk melahirkan ide-ide kreatif, cemerlang dan bukan hanya menjadi penghias proposal serta pemanis rencana kerja.

Ical mengaku PG memimpin bukan berdasarkan hak atau warisan tetapi karena berhasil membujuk serta merebut hati rakyat.  (Aef/An)

Victor Yeimo   2011-11-28 18:29:56
Ical, anda tahu berapa soal Papua. Rakyat tidak butuh pembangunan atau kesejahteraan. Silahkan sejahterakan rakyatmu yang masih hidup dibawah kolong-kolong jembatan. Rakyat Papua Barat hanya mau Merdeka sebagai sebuah negara.

Kirim Komentar Anda


Komentar

Berita Terbaru

Tabrak Truk Trailer, 3 Penumpang Livina Tewas
Kecelakaan maut terjadi di Jalan Tol JORR Cakung-Cilincing KM 60 A, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (29/8/2014) dinihari sekitar pukul 05.00.

1.101 Kasus DBD Terjadi di Jakarta Barat
Sejak Januari hingga Mei, tercatat sedikitnya 1.101 kasus demam berdarah dengue (DBD) terjadi di Jakarta Barat.

Brad Pitt Nikahi Angelina Jolie
Upacara pernikahan yang dilakukan secara diam-diam dan private tersebut dihadiri oleh keluarga dan teman-teman.

Prabowo Pimpin Upacara Pelepasan Jenazah Almarhum Suhardi
Jenazah Suhardi akan dibawa dari DPP Gerindra Jakarta langsung menuju ke rumah duka almarhum yang berada di Cikaldempet Kayen Gang Dahlia 90, Jl Kaliurang Km 7,5 Yogyakarta.

29 Bus Transjakarta Merek Yutong Ditarik
Rencananya, penarikan bus Transjakarta bermerek Yutong akan dilakukan mulai hari ini, Jumat (29/8/2014).