INTERNASIONAL

Selasa, 12/02/2013, 01:24
Ini Alasan Paus BenediKtus XVI Mundur

INTERNASIONAL Paus Benediktus XVI
 

ini-alasan-paus-benediktus-xvi-mundur Paus Benediktus XVI/ist
BERITA TERKAIT
 
"Seperti petir di siang bolong… " demikian komentar umat Katolik yang datang berziarah ke Gereja Santo Petrus, Vatikan, sebagaimana dilansir media massa Italia, Corriere dela Serra, Senin waktu setempat.

Paus Benediktus XVI, melalui sekretaris pribadinya, Federico Lombardi, di Vatikan, mengumumkan secara resmi pengunduran diri pembesarnya itu dari Tahta Suci Kepausan. Efektif terhitung pukul 20.00 waktu setempat, 28 Februari nanti. Sontak media massa Italia menjadikan hal ini sebagai berita terkini menggemparkan.

Paus asal Jerman bernama asli Josef Ratzinger yang kini berusia 85 tahun itu mengatakan, ia mulai merasakan beban jabatan yang harus diembannya, "Saya pergi demi kemaslahatan Gereja...," katanya. Kantor Berita Italia ANSA memuat kabar tersebut pukul 11:46 waktu setempat.

Menurut Lombardi, konklaf --sidang penentuan paus baru-- digelar sebelum Paskah yang jatuh pada 31 Maret nanti. Biasanya, misa khusus Paskah dipimpin paus, namun kali nanti bukan Paus Benediktus XVI yang memimpin.

Ratzinger diangkat sebagai uskup agung München pada 1977. Pada tahun sama ia juga diangkat sebagai kardinal. Paus Johannes Paul II menghargai Ratzinger sebagai seorang ahli teologi yang cakap. 2005 lalu Ratzinger terpilih menjadi paus menggantikan Johannes Paul II (bernama kecil Karol Wojtiwa asal Polandia).

Kendati saat itu Ratzinger berdoa, agar orang lain yang terpilih, dia mendapat duapertiga suara pada putaran ke-empat konklaf. Ratzinger menjadi orang kedua bukan asli Italia, setelah Wojtiwa yang memimpin Gereja Katolik sedunia.

Dengan pengunduran diri Paus Benediktus XVI, Vatican memasuki masa Sede Vacante (kekosongan tahta-red). Pada masa ini Dewan Kardinal akan bertemu setiap hari membahas berbagai urusan terkait administrasi gereja dan persiapan konklaf untuk memilih paus baru.

"Seperti petir di siang hari bolong," kata Angelo Sodano, Dekan Sekolah Kardinal di Vatikan. Sementara saudara kandung Paus, Georg Ratzinger, menyebut kondisi kesehatan sebagai alasan di balik keputusan tersebut, "Dokter melarang dia berpergian jauh lagi," katanya kepada Kantor Berita DPA Jerman.

Bukan cuma umat yang terkejut luar biasa atas pengunduran diri kepala Gereja Katolik Sedunia itu. Deutche Welle menuturkan, Perdana Menteri Italia, Mario Monti, di Roma, juga mengungkap hal serupa.

Sebetulnya, sinyal menuju pengunduran diri Ratzinger telah ada beberapa tahun lalu. Dalam buku yang diterbitkan 2010 lalu, Ratzinger mengatakan, adalah "kewajiban" bagi seorang paus untuk "mengundurkan diri, jika ia tidak mampu lagi menjalankan jabatannya.

"Kalau seorang paus menyadari, ia tidak lagi mampu secara psikis ataupun jasmani untuk mengemban jabatan itu, ia berhak atau bahkan wajib mengundurkan diri."

Menurut hukum Gereja Katolik, seorang paus dapat mengundurkan diri jika memiliki alasan meyakinkan. Ratzinger adalah paus kedua setelah Coelestin V yang mengundurkan diri atas keinginan sendiri pada 1294 setelah cuma empat bulan masa jabatan.

Tahta Kepausan, negara berdaulat seluas cuma dua mil persegi di dalam Kota Roma, walau tidak menonjol secara militer dan tidak memberi cukup warna dalam kancah perekonomian global, namun memiliki pengaruh tersendiri secara moral, etika, dan politis. Pandangan dan sikap resmi seorang paus tentang satu hal kerap mewarnai kebijakan dunia. (aef/ant)

Berita Terbaru

Kasus Arsyad, Media Sosial dan Pencitraan
Kasus Muhammad Arsyad bakal dijadikan moment bagi Jokowi untuk menaikkan citranya, menjelang kenaikan harga BBM.

Suryadharma Ali: Mari Rapatkan Barisan untuk Tujuan Bersama
Selamat muktamar dan menghasilkan hasil yang membanggakan untuk Indonesia ke depan

Masyarakat Inginkan Reshuffle Kabinet, Jika..
Penilaian positif atas kabinet Jokowi lebih banyak dipengaruhi oleh kepercayaan publik atas pribadi dan perilaku Jokowi itu sendiri.

Teuku Riefky Harsya, Ketua Komisi X DPR RI
Keputusan tersebut diambil dalam rapat pemilihan dan penetapan pimpinan Komisi X yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Madrid Bekuk Cornella 4-1
Real Madrid menang 4-1 atas UD Cornella pada pertandingan pertama Copa del Rey putaran keempat yang dimainkan pada Kamis (30/10/2014) WIB.