SOSIAL

Kamis, 07/03/2013, 18:55
Bentrok TNI vs Polri, Aparat Bersenjata Saling Bertikai, Menakutkan

SOSIAL Bentrok, TNI, Polri
 

bentrok-tni-vs-polri-aparat-bersenjata-saling-bertikai-menakutkan Ilustrasi/ist
BERITA TERKAIT
 
Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mendesak pemerintah cq Menkopolhukam segera melakukan inisiasi untuk menyelesaikan dan menghilangkan benih-benih perselisihan antaraparat keamanan khususnya TNI-Polri.

"Saya sebagai Wakil Ketua DPR bidang Korkam minta Menkopolhukam melakukan inisiasi segera, untuk memastikan agar benih-benih konflik seperti ini bisa diselesaikan," kata Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso di Senayan Jakarta, Kamis (7/3).

Seperti diberitakan, puluhan anggota TNI-AD menyerang dan membakar Mapolres Baturaja, Kamis (7/3) pagi.

"Ini sudah mendesak. Ini taruhannya besar, aparat keamanan yang memanggul senjata malah saling bertikai. Ini menakutkan," kata Priyo.

Menurut Priyo, kejadian bentrokan ini menjadi momentum untuk dilakukannya evaluasi menyeluruh.

Priyo menilai sejak dipisahkannya Polri dari TNI maka mulai muncul berbagai persoalan antara hubungan kedua institusi ini.

Sebelumnya diberitakan, puluhan oknum prajurit TNI melakukan aksi kekerasan dan pembakaran Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel dan bentrok dengan anggota Polri, empat korban alami luka. Salah satu korban luka parah Kapolsek Martapura akibat tertusuk sangkur oknum prajurit TNI.

"Empat orang terluka dan dua luka parah, tetapi belum ada yang meninggal. Kapolsek (Martapura) kritis, luka karena ditusuk," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Suhardi Alius, dalam jumpa pers di Gedung Divisi Humas, Jakarta Selatan, Kamis (7/3).

Menurut Suhardi, pihaknya masih melakukan inventarisir korban lainnya. Saat ini, Kapolsek diterbangkan ke RS Bhayangkara di Palembang untuk mendapatkan perawatan intensif.

"Kronologisnya saat perjalanan pulang, mereka melintas Mapolsek Martapura, kemudian terjadilah pengeroyokan. Yang mengakibatkan Kapolsek Martapura diserang. Kejadian berlangsung cepat, mereka kembali ditarik pimpinannya," pungkas Suhardi. (aef/an)

Puki   2013-03-07 23:35:02
basmi sj smua polisi itu..
yg jd sampah msyarakat ialah polisi.manusia berpangkat yg biadap.
daftr masuk polisi sj dgn sogokn,gmna bangsa ini aman klo oknum nya bangsat smua mcm polisi..
Reko Azian Thori   2013-03-08 00:50:37
Menang jd Abu, kalah jd Arang.Bukan wktu nya lg untk kta saling kta menyalah kan,skrg saat nya kta berbenah diri.
Bayu   2013-03-08 14:26:57
tolong yang komentar jangan asal komentar sebelum kita tahu kejadian pastinya dan sebab kejadian ini... ini bukan salah siapa2 baik dr oknum POLRI dan TNI... yang saya inginkan dari kalian para komentator untuk mendoakan kampung halaman saya BATURAJA (OKU) supaya kondusif dan damai lagi, terimakasih.....
Piobumiradesta   2013-03-08 19:36:19
yo ngono,kona sekolah mbayare karo godong preng.,podo2 aparat,malah gelot..
Zenjuli Saputra   2013-03-13 00:24:13
sungguh memprihatin kanz...
negara yang trkenal dengan sikap toleransi dan ahlak yang baik ramah tamah,,,
orang yg se harus nya menjadi pelindung masyarakat{tni polri}'''
malah menunjukan sikap ego dan arogan,,,



bagai mana negara mau maju bila aparat penegax hukum tax mau bersatu
satu nusa
satu bangsa
satu bahasa


bersatulah TNI POLRI

Kirim Komentar Anda


Komentar

Berita Terbaru

Waspada! 21 Persen Makanan di Jakarta Tidak Layak Konsumsi
Kepala BBPOM DKI, Dewi Prawitasari mengatakan,perngecekan terhadap 31 pasar itu dilakukan sejak Januari hingga Oktober 2014.

Timnas Indonesia Siap 100 Persen
Jumat petang Firman Utina dan kawan-kawan hanya melakukan latihan ringan selama satu jam.

Pemprov DKI Bakal Bangun Underpass di Kota Tua
Underpass yang berada di bawah rel kereta api Jalan Kunir ini diharapkan menjadi jalur alternatif setelah jalur utama di kawasan Kota Tua ditutup tahun depan.

Berton-ton Sampah Diangkut dari Kali Ciliwung
Salah satu lokasi tumpukan sampah akibat banjir kiriman terlihat di kolong Jembatan Rawa Jati, Kalibata, Jakarta Selatan.

Ahok Berencana Ambil Alih Angkutan Umum
"Nanti sopirnya kita kasih gaji dua kali UMP atau sekitar Rp 5 juta setiap bulan,"