POLITIK

Senin, 29/04/2013, 11:31
Kisruh Eksekusi Susno untuk Alihkan Isu Kenaikan Harga BBM?

POLITIK korupsi
 

kisruh-eksekusi-susno-untuk-alihkan-isu-kenaikan-harga-bbm mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji
BERITA TERKAIT
 
Dalam beberapa hari terakhir, polemik eksekusi mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji menyita perhatian publik tanah air. Hal tersebut menurut Sekjen DPP PBB BM Wibowo adalah disengaja untuk mengalihkan isu kenaikan harga BBM.

"Semoga publik tidak terlena, dan benar-benar mencermati isu kenaikan harga BBM. Yang jelas PBB menolak kenaikan harga BBM apalagi dengan opsi dual price," kata BM Wibowo di Jakarta, Senin (29/4).

Wibowo melanjutkan, pemerintah sadar bahwa kenaikan BBM menyimpan potensi kisruh yang besar. Namun pembahasan dan perdebatan BBM menjadi redup karena publik diarahkan ke isu Susno, mulai dari eksekusinya yang berlarut-larut, hingga DPO. "Susno dieksekusi atau tidak, PBB tetap tolak kenaikan harga BBM," tegas Wibowo.

Senada dengan BM Wibowo, Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, juga mensinyalir polemik eksekusi Susno adalah upaya mengalihkan perhatian publik dari kasus besar, seperti Kasus Century dan keterlibatan Ibas dalam korupsi Hambalang.  

Lebih lanjut Neta menyebut beberapa indikasi kasus Susno sengaja dibesar-besarkan, pertama, banyaknya pejabat dari pemerintahan SBY yang mengomentari kasus Susno, termasuk Presiden SBY. kedua, kedatangan Jaksa Agung ke Mabes Polri menurut Neta adalah tindakan salah kaprah.

"Dia seharusnya mendatangi Mahkamah Agung (MA) meminta fatwa mengenai surat keputusan yang menimbulkan polemik dan bukan mendatangi Kapolri," sergahnya.

Selain itu, lanjut Neta, pernyataan Kapolri yang mengatakan akan menindak tegas anggotanya yang menghalangi eksekusi Susno padahal tak ada satu pun anggota Polri yang bertindak demikian.

"Padahal, apa yang dilakukan Polda Jabar menjalankan fungsi mediasi agar tidak terjadi konflik ketika para jaksa berada di rumah Susno," ujarnya. (ans)

Berita Terbaru

APBD Perubahan DKI Gunakan Pergub
APBD Perubahan yang juga menggunakan payung hukum Pergub

Sosok Ketua PSSI Baru Harus Ngerti Sepak Bola
Dalam konggres Luar Biasa PSSI di Surabaya 18 April 2015, sambungnya, harus bisa menghasilkan pemimpin yang bisa menyatukan seluruh persepakbolaan Indonesia

Satu dari Empat Korban Bom Tanah Abang Meninggal
"Korban meninggal karena mengalami infeksi yang luas pada sekujur tubuhnya,"

Pedagang Batu Akik Tewas Akibat Asap Obat Nyamuk
"Mereka itu memang tidur di dalam mobil setiap hari. Mereka sudah tiga bulan berdagang batu di pinggir jalan ini. Waktu "

DKI Tunggu UU soal Perda Miras
Selama ini, peredarannya masih diatur menggunakan Peraturan Presiden (Perpres) dan Peraturan Menteri (Permen).