KESEHATAN

Senin, 01/04/2013, 14:41
Mengenali Pengertian Osteoporosis

KESEHATAN kesehatan
 

mengenali-pengertian-osteoporosis Ilustrasi / Internet
BERITA TERKAIT
 
Kalau Anda selama ini menganggap osteoporosis adalah penyakit yang bisa diobati, maka anggapan ini salah.

Menurut DR. H. Brilliantono M. Soenarwo, Sp.OT, FICS, MD, PhD, MBA., spesialis ortodonti dan trauma tulang dari Halimun Medical Centre, osteoporosis bukanlah penyakit, melainkan sebuah kondisi atau sindrom penurunan kadar mineral, khususnya kalsium, dalam tulang, sehingga tulang mengalami pengeroposan.

Pertumbuhan tulang sendiri terjadi sejak bayi berada dalam rahim, dan dipengaruhi oleh hormon di placenta dan kalsium. Setelah lahir, proses pertumbuhan tulang dipengaruhi hormon pertumbuhan (human growth hormone/HGH) dan kalsium.

"Kita melakukan penyimpanan kalsium dari lahir hingga usia 35 tahun. Tulang menjadi semacam 'bank' untuk penyimpanan kalsium. Setelah usia 35 tahun, kebutuhan kalsium akan berkurang dan tulang tak lagi menyimpan kalsium."

"Semakin usia bertambah, tubuh akan mengambil cadangan kalsium pada tulang sedikit demi sedikit. Maka, pada saat menopause, tabungan kalsium dalam tulang akan langsung drop," jelas DR. Brilliantono.

Untuk mengetahui seseorang terkena osteoporosis atau tidak, perlu pengukuran kepadatan tulang dengan alat bernama bone densitometry.

"Seseorang dinyatakan osteoporosis jika kepadatan tulang menurun hingga di bawah 2,5 persen dari standar deviasi. Namun jangan pula senang apabila hasilnya berada di atas 2,5 persen standar deviasi. Karena bila nilainya berada di bawah antara 1-2,5 persen, maka Anda sudah mengalami osteopeni yaitu kondisi zat tulang yang berkurang," tambahnya.

Sebaiknya, tes densitometer dilakukan setelah berusia 45 tahun. Jika di bawah 45 tahun, lakukan sekali saja dan simpan sebagai data medis. Jika hasilnya baik, lakukan tes kembali setelah menopause. Pada masa setelah menopause, lakukan bone check 3 tahun sekali. Jika terbukti positif, lakukan 2 tahun sekali. (ang)

Berita Terbaru

Pengamat: HM Prasetyo Mesti Berani Restorasi Kejaksaan
"Jika dia tak mampu melakukan perubahan dalam pemberantasan korupsi, lebih baik kejaksaan tanpa Jaksa Agung."

Waspada! 21 Persen Makanan di Jakarta Tidak Layak Konsumsi
Kepala BBPOM DKI, Dewi Prawitasari mengatakan,perngecekan terhadap 31 pasar itu dilakukan sejak Januari hingga Oktober 2014.

Timnas Indonesia Siap 100 Persen
Jumat petang Firman Utina dan kawan-kawan hanya melakukan latihan ringan selama satu jam.

Pemprov DKI Bakal Bangun Underpass di Kota Tua
Underpass yang berada di bawah rel kereta api Jalan Kunir ini diharapkan menjadi jalur alternatif setelah jalur utama di kawasan Kota Tua ditutup tahun depan.

Berton-ton Sampah Diangkut dari Kali Ciliwung
Salah satu lokasi tumpukan sampah akibat banjir kiriman terlihat di kolong Jembatan Rawa Jati, Kalibata, Jakarta Selatan.