POLITIK

Rabu, 15/05/2013, 15:36
Hasil Quick Count Pilkada Bali, Pasangan PAS Unggul Tipis

POLITIK pilkada Bali, Pilkada
 

hasil-quick-count-pilkada-bali-pasangan-pas-unggul-tipis pilkada Bali, Pilkada
BERITA TERKAIT
 
Hitung cepat (quick count) pemilihan umum Gubernur Bali 2013-2018 versi Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) sudah 100 persen data masuk pada pukul 15.20, Rabu (15/5).

Pasangan Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan (PAS) yang diusung PDIP kembali memimpin dengan suara 50,31 persen.

Kemudian pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta (Pasti-Kerta) yang diusung 9 partai politik yang tergabung dalam Koalisi Bali Mandara 49,69 persen.

Dengan demikian Pasangan Puspayoga-Sukrawan unggul tipis dari Pastika-Sudikerta, akan tetapi tetap kita tunggu rekapitulasi KPUD pada tanggal 27 Mei 2013 nanti.


Warga Bali yang terdaftar dalam daftar pemilih melaksanakan pemilihan Gubernur Bali periode 2013-2018 di 6.371 tempat pemilihan suara pada 15 Mei 2013 sebanyak 2.925.679.

Ribuan TPS itu tersebar di 9 kabupaten/kota di Bali yakni Denpasar, Badung, Tabanan, Jembrana, Buleleng, Bangli, Karangasem, Klungkung, dan Gianyar. (Aks/Cha)


Joko   2013-05-16 23:02:34
MANTAP DAN PAS TETAP UNGGUL DARI PALU SULTENG
Joko   2013-05-16 23:04:42
PAK MANGKU MEMANG JOS DAN TETAP JAYA SUDAH TEBUKTI TETAP MERAKYAT DAN AMANAH KE RAKYAT
PENCINTAMU JOKO SETIAWAN PALU SULTENG

Kirim Komentar Anda


Komentar

Berita Terbaru

Harga Daging Sapi Mulai Naik
Di Pasar Kramatjati beberapa pedagang daging sapi mengakui jika permintaan warga sudah meningkat sejak empat hari lalu sehingga ada kenaikan omzet.

Jokowi Kunker ke Kupang
Presiden Joko Widodo tiba di Kupang, Jumat (19/12/2014) malam, sekitar pukul 21.30 WITA

Wagub DKI Galakkan Kerja Bakti
Salah satu kesepakatan yang dihasilkan dalam rakor kali ini mengenai kerja bakti yang akan digalakkan setiap Jumat dan Minggu untuk mengantisipasi banjir.

Kebakaran, Ibu dan Anak Tewas di Tambora
Kebakaran yang terjadi di pemukiman padat penduduk itu juga menghanguskan sedikitnya 37 rumah warga.

Rupiah Anjlok, Produk Tiongkok Jadi Incaran
Sebab, omzet mereka menurun drastis akibat menurunnya daya beli masyarakat.