MENUJU RI 1

POLITIK

Jumat, 05/07/2013, 21:57
Jokowi Sebagai Capres pun Melejit di Jejaring Sosial

POLITIK Jokowi, the Networks, Capres
 

jokowi-sebagai-capres-pun-melejit-di-jejaring-sosial
BERITA TERKAIT
 
Menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden yang bakal digelar 2014 nanti, nama Jokowi  seolah tetap menjadi magnet.

Bukan cuma, lembaga survei konvensional yang menempatkan nama Gubernur DKI ini di urutan pertama, pada survey berbasis web pun Jokowi tetap menjadi jawara. Salah satunya adalah hasil riset yang dirilis dari litbang the Networks Magazine.  

Dengan menggunakan tolak ukur jejaring media sosial twitter, e-magazine the Networks   mengukur tingkat persepsi publik terhadap sejumlah tokoh capres.  

Riset the Networks dilakukan selama sebuan, sejak 1 Mei 2013 sampai 27 Juni 2013. Selama itu, terjaring sebanyak 11.500 tweet yang terkait pembicaraan seputar capres. Tingkat popularitas diukur berdasarkan intensitas pembicaraan pengguna twitter membicarakan tokoh-tokoh capres tersebut.

Dari pembicaraan tersebut, theNetworks membaginya dalam dua kategori. Kategori pertama mengukur sentimen (persepsi) positif dan sentimen negatif terhadap 16 tokoh bakal capres.

Jokowi menempati rating pertama sebagai tokoh yang sering dibicarakan di media sosial. Di urutan paling buncit Mantan KASAD Jend TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo yang paling sepi dibicarakan.

Pun demikian sebaliknya. Dari kategori pembicaraan yang memuat sentimen (persepsi) negatif, Jokowi dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa berada di urutan teratas dari bakal capres lainnya. Ada beberapa isu yang menyebabkan popularitas keduanya menjadi negatif.

Secara umum, ada sejumlah isue yang membuat tweeps memberi penilaian negatif kepada Jokowi. Antara lain, isu kemacetan, rencana kenaikan tarif angkutan umum di wilayah Provinsi DKI Jakarta pasca pengumuman kenaikan harga bahan bakar minyak (bbm), kekisruhan oknum suporter Persija, The Jak-Mania kepada pemain Persib dan kontroversi rencana Pemprov DKI Jakarta untuk membatasi waktu operasional tempat hiburan malam.

Kontroversi pernyataan Jokowi yang pernah menyebutkan bahwa Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) tidak mendidik rakyat dan kontroversi penyelenggaraan Pekan Produk Kreatif Daerah (PPKD) juga turut menyumbang popularitas Jokowi menjadi negatif.

Opini yang berkembang di media sosial, PPKD merupakan kegiatan tandingan yang dibuat oleh Jokowi. Sebagian tweeps mengkritisi kelemahan pengelolaan kegiatan tersebut.

Mulai dari parkir kendaraan semrawut yang berdampak pada kemacetan, durasi penyelenggaraan kegiatan yang cukup singkat, atau sampah yang berserakan. (ali/ans) 

Berita Terbaru

Petugas Berjibaku Padamkan Api di Pasar Senen
Karena banyak pakaian dan barang lain yang mudah terbakar, menyebabkan api cepat merambat dan melua

Tolak Pabrik Semen, Jangan Tinggal di Bangunan Bersemen
Kalau masih menggunakan semen, tapi mereka menolak pembangunan pabrik semen, itu munafik namanya,

Jelang Hari Pencoblosan Satgas Anti-Politik Uang Terbentuk di Kolaka Utara
Aroma persaingan tidak sehat semakin tercium jelang pencoblosan di Pilkada Kolaka Utara (Kolut) 15 Februari 2017 mendatang.

Pilkada Jakarta, 15 Februari Ditetapkan Hari Libur
Pesta demokrasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang tepat dilaksanakan pada 15 Februari 2017 ditetapkan sebagai hari libur.

Everton Gilas City 4-0
City yang lebih mendominasi penguasaan bola, kebobolan lebih dahulu lewat gol Romelu Lukaku pada menit ke-34.