TRAVEL SOSIAL PENDIDIKAN GAYA HIDUP BERITA ANDA KONGKOW METRO ROAD TO GERMANY

TRAVEL

Selasa, 22/04/2014, 22:00
Berkunjung ke Museum Kontrasepsi dan Aborsi di Austria

TRAVEL Travel
 

berkunjung-ke-museum-kontrasepsi-dan-aborsi-di-austria Suasana dalam Museum
BERITA TERKAIT
 
Bosan dengan museum yang biasa saja? Maka Anda harus kunjungi Museum Kontrasepsi dan Aborsi yang berada di Wina, Austria.

Dilansir dari situs resmi Museum Kontrasepsi dan Aborsi, museum ini didirikan tahun 2003 oleh Christian Fiala yang merupakan seorang pakar medis dan ginekolog. Tujuannya mendirikan museum ini adalah untuk menjelaskan hubungan antara seksualitas dan kesuburan, serta mendidik generasi muda seputar hal itu.

Sesuai namanya, museum ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian kontrasepsi dan bagian aborsi. Bagian kontrasepsi berisi sejarah metode dan dokumen seputar kontrasepsi. Di sini dijelaskan bahwa rata-rata wanita bisa hamil hingga 15 kali dan melahirkan sampai 10 kali seumur hidup.

Sementara pada bagian aborsi tersimpan alat aborsi yang umurnya berabad-abad yang tak kalah ekstrem. Ada alat aborsi yang terbuat dari jarum rajut, kawat gantungan baju, kateter urine dan masih banyak lagi. Alat-alat tersebur adalah alat aborsi yang dianggap membahayakan untuk rahim dan sang ibu. Untuk membuktikan betapa berbahayanya alat tersebut, di dalam bagian aborsi juga terdapat film tiga dimensi tentang praktik aborsi dengan alat-alat itu.

Museum ini buka hari Rabu sampai Minggu pukul 14.00-18.00 Waktu setempat. Tiket masuknya sebesar 5 Euro atau sekitar Rp 78 ribu. Saat ini museum sedang ditutup dan akan kembali dibuka pada 12 Agustus 2014 mendatang. Apakah Anda tertarik mengunjungi museum ini? (ang)

Berita Terbaru

Vettel Juara GP Australia
"Hari ini sangat indah. Terima kasih semuanya,"

Polres Jakbar Telusuri Kasus Narkoba Ridho Rhoma
Saat digeledah di mobilnya kami temukan satu paket shabu seberat 0,76 gram

Susanto, Pemilik 30 Kilogram Shabu Dituntut Mati
Pekerjaan terdakwa, termasuk jaringan Internasional (antar Negara) dan bertentangan dengan program pemerintah Indonesia

Jamu Valencia, Peluang Barca Raih Poin Penuh
Kemenangan jadi kewajiban untuk kami, guna menjaga potensi untuk menelikung Madrid di klasemen

Menerima Shabu 500 Gram, Juwita Divonis Penjara 12 Tahun
"Terima kasih Bapak Hakim. Saya menerima putusan 12 tahun penjara ini,"