TRAVEL SOSIAL PENDIDIKAN GAYA HIDUP BERITA ANDA KONGKOW METRO ROAD TO GERMANY

KONGKOW

Kamis, 11/09/2014, 20:02
Prof. Agus Dwiyanto: Mengembalikan Reformasi Birokrasi ke Jalur yang Benar

KONGKOW pilpres
 

Prof.-Agus-Dwiyanto-Mengembalikan-Reformasi-Birokrasi-ke-Jalur-yang-Benar ist
BERITA TERKAIT
 

NameAda beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk mengembalikan Reformasi Birokrasi ke jalur yang benar.

Demikian diutarakan Prof.DR.Agus Dwiyanto, MPA dalam orasi ilmiah pada Acara Penganugerahan MIPI di Jakarta (28/8/2014) lalu. 

Reformasi Birokrasi, kata Agus, harus kontekstual dan melibatkan para pemangku kepentingan, sehingga akan mendorong terjadinya perubahan substansial dalam setiap kementerian dan lembaga.

Dirinya mendorong pemerintahan baru di era Presiden dan Wakil Presiden terpilih Jokowi-JK harus melanjutkan efektivitas pelaksanaan Reformasi Birokrasi yang saat ini tengah berjalan.

Pasalnya, masih banyak kelemahan mendasar yang subtantif di lapangan mengenai kebijakan Reformasi Birokrasi.

"Pemerintah mendatang perlu melakukan beberapa hal dalam mengembalikan Reformasi Birokrasi ke jalur yang benar di antaranya adalah mengaitkan pelaksaan Reformasi Birokrasi dengan pencegahan korupsi melalui pengembangan sistim integritas di masing-masing kementrian atau lembaga," ujarnya.

Beberapa kelemahan yang dimaksud, sambungnya, pertama, kebijakan melakukan perbaikan pada delapan area perubahan yang saat ini telah kehilangan konteks karena masalah dan tantangan yang berbeda di setiap instansi.

Kedua, kebijakan Reformasi Birokrasi yang menuntut pembuatan dokumen begitu banyak sehingga membuat fokus intansi lebih kepada penyiapan dokumen daripada mengurus perubahan.

Ketiga, pemahaman para pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) bahwa program Reformasi Birokrasi lebih sebagai perbaikan tambahan penghasilan (renumerasi) daripada perubahan sikap dan perilaku mereka.

"Ini perlu merubah karakter pegawai ASN agar lebih sesuai karakternya sebagai pelayan publik dan memiliki kompetensi yang diperlukan untuk membawa Indonesia memasuki era globalisasi," tandasnya.(red)

 


Berita Terbaru

Vettel Juara GP Australia
"Hari ini sangat indah. Terima kasih semuanya,"

Polres Jakbar Telusuri Kasus Narkoba Ridho Rhoma
Saat digeledah di mobilnya kami temukan satu paket shabu seberat 0,76 gram

Susanto, Pemilik 30 Kilogram Shabu Dituntut Mati
Pekerjaan terdakwa, termasuk jaringan Internasional (antar Negara) dan bertentangan dengan program pemerintah Indonesia

Jamu Valencia, Peluang Barca Raih Poin Penuh
Kemenangan jadi kewajiban untuk kami, guna menjaga potensi untuk menelikung Madrid di klasemen

Menerima Shabu 500 Gram, Juwita Divonis Penjara 12 Tahun
"Terima kasih Bapak Hakim. Saya menerima putusan 12 tahun penjara ini,"