TRAVEL SOSIAL PENDIDIKAN GAYA HIDUP BERITA ANDA KONGKOW METRO ROAD TO GERMANY

KONGKOW

Kamis, 30/10/2014, 17:26
Kasus Arsyad, Media Sosial dan Pencitraan

KONGKOW Jokoiw, Muhammad Arsyad, Bully, Penghinaan Presiden, Facebook
 

kasus-arsyad-media-sosial-dan-pencitraan
BERITA TERKAIT
 
Nama Muhammad Arsyad (MA) kini ramai menjadi perbincangan di media massa. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pembuat tusuk sate di sebuah rumah makan itu, menjadi popular setelah digelandang ke Mabes Polri dan dijadikan tersangka kasus pencemaran nama baik.

Dia dilaporkan tim kuasa hukum dari PDIP, Hendri Yosodiningrat, karena dianggap telah mencemarkan nama baik Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri lewat akun media sosial Facebook.   

Arsyad disangkakan telah merekayasa foto porno dengan gambar wajah Jokowi dan Megawati. Foto porno dengan beberapa adegan yang sudah dimodifikasi wajah Jokowi dan Megawati itu lalu diunggah ke situs jejaring sosial facebook miliknya.

Ini dilakukan Arsyad saat ramai-ramainya pertarungan Pilpres antara Jokowi-JK dengan Prabowo - Hatta. Kala itu, media sosial memang menjadi salah satu wadah berkampanye kedua kubu. Saling hujat pun ramai tersebar di media sosial, Facebook dan twitter.

Nah, Asryad yang saat ini mendukung salah satu pasangan capres dan cawapres, ikut ula meramaikan perang di sosial maya. Imbasnya, kini dia mesti berurusan dengan kepolisian.

Pria lugu yang jadi tulang punggung keluarga ini dijerat Pasal Berlapis, yaitu Pasal 29 Juncto Pasal 4. Ayat 1 UU Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi. Pasal 310 dan 311 KUHP, Pasal 156 dan 157 KUHP, Pasal 27, 45, 32, 35, 36, 51 UU ITE.

Kontroversi pun bermunculan. Masyarakat melontarkan perbedaan pendapat, ada yang setuju Arsyad ditangkap, namun ada pula yang membelanya.

Kelompok yang setuju beralasan ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak sembarangan menggunakan media sosial, apalagi menghina orang lain, terutama presiden yang merupakan orang nomor satu di negeri ini.
 
Sementara yang tak setuju menganggap ini terlalu berlebihan, karena pada saat itu bukan cuma Arsyad yang mem-bully di media sosial, tapi kenapa cuma dia yang ditangkap. Bukan hanya itu, jika ini dianggap penghinaan terhadap presiden, harusnya ini dilaporkan oleh Presiden Jokowi sendiri, karena dasar hukumnya adalah delik aduan. Tapi, ini kenapa Hendri Yosodiningrat yang lapor ke polisi.

Lagian, apabila dikenakan pasal penghinaan terhadap presiden, bukankah saat itu Jokowi belum menjadi presiden. Dia kala itu, baru sebagai calon presiden.

Pencitraan

Penangkapan Arsyad ini menjadi pukulan bagi keluarganya. Karena selama ini, Arsyad merupakan tulang punggung keluarga. Dia harus membantu orang tuanya, membiayai adik-adiknya.

Orang tua Arsyad yang masuk dalam keluarga tak mampu ini, berharap agar Presiden Jokowi membantu dan memaafkan Arsyad. Di layar televisi, sang ibunda Mursidah sampai bersujud memohon agar dimaafkan anaknya.

Kepiluan terpampang di rumah petak di daerah Ciracas, Jakarta Timur ini. Inilah yang memunculkan banyak komentar di masyarakat.

Terlepas dari kasus hukumnya, sepertinya kasus Bully terhadap Presiden Jokowi ini justru bisa dijadikan 'senjata' bagi sang presiden untuk menaikkan citranya. Apalagi, dalam waktu dekat Presiden Jokowi harus mengeluarkan kebijakan yang tak populis, menaikkan harga BBM.

Nah, bukan tak mungkin nanti ini bakal di setting adegan layaknya drama pula. Sang presdien yang hobi blusukan ini, tiba tiba akan datang ke rumah Arsyad, menemui keluarganya dan tentu saja dengan kalimat sederhanya, Jokowi merasa prihatin dan membuka pintu maaf sebsar-besarnya kepada Arsyad.

Langkah selanjutnya, dia pun akan meminta Kapolri dan pengacara Hendri Yosodinigrat mencabut laporannya, sehingga kasus ini ditutup dan tidak dilanjutkan ke meja hijau.

Jreeng...citra Jokowi yang digadang gadang sebagai pembela rakyat kecil pun kembali bersinar. Pujian pun mengalir, media massa yang selama ini dikenal dekat dengan Jokowi pun memback-up besar-besar berita ini. Dan, rakyat pun lupa dengan kebijakan kenaikan BBM.

Namun, ini sekadar analisa penulis saja. Semoga analisa ini tidak digambarkan sebagai penghinaan. Mohon maaf,  sekali lagi ini cuma analisa semata. (****)
 

Berita Terbaru

Vettel Juara GP Australia
"Hari ini sangat indah. Terima kasih semuanya,"

Polres Jakbar Telusuri Kasus Narkoba Ridho Rhoma
Saat digeledah di mobilnya kami temukan satu paket shabu seberat 0,76 gram

Susanto, Pemilik 30 Kilogram Shabu Dituntut Mati
Pekerjaan terdakwa, termasuk jaringan Internasional (antar Negara) dan bertentangan dengan program pemerintah Indonesia

Jamu Valencia, Peluang Barca Raih Poin Penuh
Kemenangan jadi kewajiban untuk kami, guna menjaga potensi untuk menelikung Madrid di klasemen

Menerima Shabu 500 Gram, Juwita Divonis Penjara 12 Tahun
"Terima kasih Bapak Hakim. Saya menerima putusan 12 tahun penjara ini,"