HUKRIM KORUPSI

HUKRIM

Jumat, 01/04/2016, 15:55
Kasus Email Asusila
Merasa Tak Bersalah, Terdakwa Minta Dibebaskan

HUKRIM PN Jakpus, UU ITE, Email, Foto Asusila
 

merasa-tak-bersalah-terdakwa-minta-dibebaskan Terdakwa Sanusi MInta Dibebaskan Hakim/Berita8
BERITA TERKAIT
 
Merasa dirinya tidak melakukan kesalahan, Sanusi, terdakwa kasus pelanggaran UU ITE, mendesak majelis hakim untuk membebaskannya dari jerat hukum.

"Saya tidak pernah mengirim email yang berisi foto-foto asusia. Saya juga sudah sampaikan pembelaan ini dalam sidang, Karena tak ada bukti, saya harus dibebaskan," tegas Sanusi,  usai mengajukan pembelaan  di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (30/3).

Sanusi menilai, tuduhan Jaksa Yan Ervina yang menuntut dirinya 4,5 tahun tersebut error in pesona alias kabur dan tidak jelas.

"Pelaku pengiriman emal pada 16 April 2012  bukan saya, melainkan orang lain," katanya sambil menyebutkan hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan Komisi kejaksaan yang duiminta LPSK.

Dalam sidang juga sudah diungkapkan kalau foito-foto asusila pada botebook yang diemailkan  itu diambil dari flash disk terdakwa yang diserahkan oleh Ruben Kunasnadi kepada Adechan Thohami.

Hal itu juga diperkuat keterangan saksi ahli UU ITE, internet dan digital forensik, M. Salahuddien Manggalany yang menyatakan,  email itu dikirim dicopy dari external hardisk  

"Sesuai fakta persidangan ternyata penyidik tidak menyita dan memeriksa notebook yang digunakan oleh pelapor Safersa sesuai sop digital forensik untuk membuka email, tapi dari email server yahoo," beber saksi ahli.

Menurut saksi ahli, kegiatan membuka email ini harus didokumentasikan dengan merekam kegiatan ini, kemudian rekaman video ini harus disita untuk dijadikan barang bukti sehingga majelis hakim yakin bahwa cetakan email tersebut adalah otentik dan sama seperti dokumen elektronik email aslinya seperti yang disebutkan dalam pasal 5 dan 6 UU ITE.

Apalagi dalam perkara ini penyidik tidak meminta dan menyita barang bukti kertas cetakan atau printout dokumen elektronik tembusan email-email 16 april 2012 yang diterima  dan dibaca oleh Magdalena yuvisertana dengan alamat email sertanay1406@yahoo.com dan yuvi.sertana@gmail.com untuk dibandingkan apakah sama seperti barang bukti yang disita berupa cetakan dari alamat email lucas,SH.

Sanusi menambahkan, sesuai fakta persidangan, penyidik, jaksa penuntut umum dan majelis hakim tidak pernah melihat barang bukti berupa  dokumen elektronik berupa asli email-email 16 april 2012 yang berisi foto asusila, dokumen elektronik berupa asli foto atau video porno lengkap dengan metadatanya dan perangkat yang digunakan untuk membuat dokumen elektronik yang dajukan dalam dakwaan.

"Jadi sesuai fakta persidangan, ternyata penyidik, jaksa penuntut umum dan majelis hakim tidak pernah melihat barang bukti berupa dokumen elektronik yang berisi foto asusila," ucapnya.

Disamping itu juga tidak ada bukti dengan alat apa dan siapa yang telah mengambil dokumen elektronik asusila tersebut. "Dan yang terpenting siapa yang melihat secara langsung pengiriman dokumen elektronik tersebut," jelasnya.

"Pokoknya, bila saya dihukum satu hari pun saya, bakal banding, sebab saya tidak melakukan hal itu, Saya dizholimi orang lain yang menggunakan emal saya," tandas Sanusi. (Dom)


Berita Terbaru

Vettel Juara GP Australia
"Hari ini sangat indah. Terima kasih semuanya,"

Polres Jakbar Telusuri Kasus Narkoba Ridho Rhoma
Saat digeledah di mobilnya kami temukan satu paket shabu seberat 0,76 gram

Susanto, Pemilik 30 Kilogram Shabu Dituntut Mati
Pekerjaan terdakwa, termasuk jaringan Internasional (antar Negara) dan bertentangan dengan program pemerintah Indonesia

Jamu Valencia, Peluang Barca Raih Poin Penuh
Kemenangan jadi kewajiban untuk kami, guna menjaga potensi untuk menelikung Madrid di klasemen

Menerima Shabu 500 Gram, Juwita Divonis Penjara 12 Tahun
"Terima kasih Bapak Hakim. Saya menerima putusan 12 tahun penjara ini,"