HUKRIM KORUPSI

HUKRIM

Senin, 15/08/2016, 22:13
Berkelit dari Jerat Hukum, Dalton Ichiro Layangkan Gugatan 'Basi'

HUKRIM PN Jakpus, Hartono Tanuwidjaja, Dalton Ichiro Tananaka, The Indonesia Channel
 

berkelit-dari-jerat-hukum-dalton-ichiro-layangkan-gugatan-basi Hartono Tanuwidjaja, kuasa hukum Harjani Prem Ramchand/Ist
BERITA TERKAIT
 
Dalton Ichiro Tanonaka, pemilik siaran TV "The Indonesia Channel" yang statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Metro Jaya, terkait kasus dugaan penipuan, berupaya berkelit dari jerat hukum dengan malayangkan gugatan perdata terhadap Harjani Prem Ramchand, pemilik perusahaan Vivaces Invesment.

Gugatan yang dilayangkan Dalton ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) tersebut, dinilai kuasa hukum Harjani Prem Ramchand, Hartono Tanuwidjaja, adalah upaya pemutar balikan fakta dan berisi materi yang sudah basi.

"Isi gugatan sama seperti yang sudah diputuskan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 31 Maret 2016. Menurut catatan di Pengadilan Jakarta Selatan, Dalton sedang mengupayakan upaya banding terhadap gugatan yang kiami menangkan di PN Jaksel tersebut. Gugatan yang diajukan ke PN Jakpus ini basi, karena materinya sama," ujar Hartono kepada Berita8.com, Senin (15/8) di kantornya.

Hartono mensinyalir, gugatan yang dilayangkan Dalton melalui kuasa hukumnya ke PN Jakpus sebagai upaya untuk berkelit dari jerat hukum, sebab saat ini WN Amerika Serikat tersebut oleh penyidik kepolisian statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Dalton telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan sebagaimana diatur dalam pasal 378 KUHPidana, berkas perkaranya sudah dikirim ke Kejati DKI Jakarta untuk dinyatakan lengkap atau P21," jelas Hartono.

Dibeberkan Hartono, kasus ini bermula ketika Dalton sebagai Direktur PT Melia Media International (PT MMI) yang mengelola media tv kabel dengan program The Indonesia Channel, menawarkan investasi kepada Vivaces Invesment untuk berinvestasi dibidang media televisi sebesar 1,5 juta dollar AS.   

"Dan investasi 1,5 juta dollar Amerika itu klien saya dijanjikan sebagai pemegang saham pengendali, sehingga klien saya mentransfer uang sebesar 500 ribu dolar AS ke PT Melia Media Internasional," ucap Hartono.

Setelah uang ditransfer, lanjut Hartono, Vivaces Invesment menunjuk Kantor Akuntan Publik (KAP) Rama Wendra untuk melaksanakan financial due diligence terhadap perusahaan milik Dalton, PT Melia Media Internasional, dengan cara mengecek data dokumen dan keuangannya.

Nah, dari hasil penelusuran KAP Rama Wendra diketahui jika data keuangan yang dikirimkan PT Melia Media Internasional sebelumnya kepada Vivaces Invesment tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

"Ternyata, PT MMI itu status keuangannya mengalami kerugian lebih dari Rp 22 miliar. Karena itulah, klien kamu meminta kembali dana investasi yang sudah disetorkan," ujar Hartono.

Selaku kuasa hukum, Hartono berupaya melakukan beberapa upaya perdamaian, namun hal itu menemui jalan buntu, sehingga akhirnya ditempuh jalur hukum dengan melaporkan Dalton ke Polda Metro Jaya secara pidana, pada 18 Juni 2015, serta melayangkan gugatan perdata ke PN Jakarta Selatan, 29 Juni 2015.   
 
"Untuk kasus pidananya, Dalton sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya. Gugatan perdatanya, mereka kabarnya sedang banding. Lucunya, sekarang mereka ajukan gugatan ke PN Jakpus dengan materi yang sama," tandas Hartono.

Dalam gugatan ke PN Jakpus bernomor 294/Pdt/PN JKT-PST tertanggal 25 Mei 2016, Dalton melalui kuasa hukumnya menilai Harjani Prem Ramchand, selaku pemilik perusahaan Vivaces Invesment, telah melakukan perbuatan melawan hukum yang menyebabkan PT Melia Media Internasional mengalami kerugian. (ans/Dom)

Berita Terbaru

Vettel Juara GP Australia
"Hari ini sangat indah. Terima kasih semuanya,"

Polres Jakbar Telusuri Kasus Narkoba Ridho Rhoma
Saat digeledah di mobilnya kami temukan satu paket shabu seberat 0,76 gram

Susanto, Pemilik 30 Kilogram Shabu Dituntut Mati
Pekerjaan terdakwa, termasuk jaringan Internasional (antar Negara) dan bertentangan dengan program pemerintah Indonesia

Jamu Valencia, Peluang Barca Raih Poin Penuh
Kemenangan jadi kewajiban untuk kami, guna menjaga potensi untuk menelikung Madrid di klasemen

Menerima Shabu 500 Gram, Juwita Divonis Penjara 12 Tahun
"Terima kasih Bapak Hakim. Saya menerima putusan 12 tahun penjara ini,"