HUKRIM KORUPSI

HUKRIM

Jumat, 03/03/2017, 03:28
Dituduh Rusak CCTV
Cucu Pahlawan Nasional Merasa Didzolimi

HUKRIM PN Jakpus, Yayasan Moestopo
 

cucu-pahlawan-nasional-merasa-didzolimi Romualdus Kusumanto, cucu Mayjen TNI (Purn) Prof.Dr. Moestopo
BERITA TERKAIT
 
Romualdus Kusumanto, cucu pahlawan nasional Mayjen TNI (Purn) Prof.Dr. Moestopo, merasa didzolimi dan diperlakukan sewenang-wenang, karena dituduh merusak CCTV di ruang kerjanya dan mencuri mobil dinas di rumah Janda Moestopo, RA Soepartien Moestopo, Jalan Hanglekir I No 8, Jakarta Pusat, pada Januari 2015.

Tuduhan yang dianggapnya tidak mendasar tersebut, membuat pria berusia 42 tahun ini harus duduk di bangku pesakitan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sebagai terdakwa.

“Saya dizholimi karena dituduh merusak kamera CCTV dan mencuri mobil dinas, padahal saya tidak pernah melakukan hal itu. Tuduhan itu tidak benar, Kok, tega-teganya, ya, saya diperlakukan seperti ini,” tukas Romualdus, saat menjalani persidangan.

Romualdus membeberkan,  meski sudah diinformasikan tentang adanya kamera, namun dia mengaku dirinya tidak tahu kalau di ruang kerjanya dipasang CCTV. Nah, untuk mengetahui hal itu, dia coba mencari kamera tersembunyi menggunakan sapu.

"ketika itu saya mencari dengan menggunakan gagang sapu, tapi tidak ketemu. Jadi bagaimana dituduh telah merusak," tegasnya.

Begitu juga soal mobil, dirinya menyatakan tidak mencuri karena mobil itu setelah dipakai dinas selalu ditaruh dikantor dan kunci dan STNK nya diserahkan satpam.

Penuh Rekayasa

Pramataram RBS,SH,M.AP, kuasa hukum Romualdus dalam nota pembelaannya menyatakan, kasus yang menjerat kliennya ini penuh rekasaya.

Menurut Pram, semua ini hanya upaya untuk menyingkirkan Romualdus dari kursi kepengurusan Yayasan Moestopo.

Pram menduga, tuduhan ini sengaja ditujukan kepada kliennya, karena kliennya pernah mencoba mengorek-ngorek soal sejumlah dana investasi yayasan yang tidak dapat dipertanggung-jawabkan.

Dengan pertimbangan ini, Pram meminta majelis hakim PN Jakpus yang diketuai Victor Pakpahan untuk menolak semua tuduhan yang menjerat kliennya.

"Kami mohon agar majelis hakim menolak tuduhan tersebut," ucap Pram. (dom/Hr) 

Berita Terbaru

Vettel Juara GP Australia
"Hari ini sangat indah. Terima kasih semuanya,"

Polres Jakbar Telusuri Kasus Narkoba Ridho Rhoma
Saat digeledah di mobilnya kami temukan satu paket shabu seberat 0,76 gram

Susanto, Pemilik 30 Kilogram Shabu Dituntut Mati
Pekerjaan terdakwa, termasuk jaringan Internasional (antar Negara) dan bertentangan dengan program pemerintah Indonesia

Jamu Valencia, Peluang Barca Raih Poin Penuh
Kemenangan jadi kewajiban untuk kami, guna menjaga potensi untuk menelikung Madrid di klasemen

Menerima Shabu 500 Gram, Juwita Divonis Penjara 12 Tahun
"Terima kasih Bapak Hakim. Saya menerima putusan 12 tahun penjara ini,"