JERMAN

Rabu, 19/02/2014, 23:19
Tenaga Kerja Tersertifikasi Industri Menjadikan Ekonomi Indonesia Kuat

JERMAN Fauzi Bowo, Dubes Jerman
 

tenaga-kerja-tersertifikasi-industri-menjadikan-ekonomi-indonesia-kuat
BERITA TERKAIT
 
Kelas menengah di Jerman sangat kuat. Terbukti saat terjadi krisis global yang melanda negara-negara Eropa, perekonomian Jerman cukup stabil. Dikarenakan kuatnya kelas menengah di Jerman untuk tetap produktif guna memenuhi kebutuhan dalam negeri dan dunia. Hal ini ditopang dengan sistem pendidikan kejuruan yang integratif dengan standar industri.

"Pendidikan di bidang keterampilan 'vocasional' menjadi kunci. Ekonomi Jerman itu bisakuat karena memiliki 'middle class' yang sangat solid. Mereka bukan yang bergelar sarjanabegitu, tapi mereka ini adalah kelompok menengah ke bawah yang memiliki keterampilan khusus untuk mendukung lapisan kelas atas," ujar Duta Besar Indonesia untuk Jerman, FauziBowo, Senin (10/2).

Menurut Fauzi Bowo, Jerman telah berhasil membangun sistem pendidikan kejuruan "vocasional" yang integratif dengan standar Industri. Misalnya kelas tukang las sama tukangbubut harus bersertifikat oleh lembaga uji kompetensi berstandar industri.

"Selain itu mereka mendapat 'support' dari pemerintah. Ini saya kira kita bisa banyak belajar," katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Prof. DR. Alexander Lorz, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Negara Bagian Hessen, Jerman. Menurutnya adanya standar uji kompetensi yang terverifikasi oleh industri adalah salah satu cara memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja dengan tenaga yang harus sesuai standar industri. Dalam hal ini dunia usaha dengan pendidikan perlu bersinergi dalam program sertifikasi ini.

"Yang terpenting adalah mengajak dunia usaha untuk terlibat dalam pengembangan kurikulum dan latihan kerja (magang), yakinkan mereka (dunia industri) bahwa sistemini memberi manfaat, lalu bersama sama (industri dan pendidikan) menentukan standar yang berdaya saing. Selanjutnya perlu dikembangkan format baku dan dukungan finansial perusahaan. Perusahaan perlu melihat hal ini sebagai 'long-term investment' (investasi jangka panjang) yang akan bermanfaat terhadap efisiensi yang dapat dilakukan perusahaan dalam 'training' dan pemenuhan tenaga kerja yang sesuai standar industri," katanya. (ag/ip)


Dewi   2014-02-24 00:58:40
Soal pendidikan dan sistem kerja jerman memang patut ditiru smpai tukang bangunan aja ada sekolahnya bgmn dg di negara kita?

Kirim Komentar Anda


Komentar

Video Untuk Artikel Ini
Berita Terbaru

Vettel Juara GP Australia
"Hari ini sangat indah. Terima kasih semuanya,"

Polres Jakbar Telusuri Kasus Narkoba Ridho Rhoma
Saat digeledah di mobilnya kami temukan satu paket shabu seberat 0,76 gram

Susanto, Pemilik 30 Kilogram Shabu Dituntut Mati
Pekerjaan terdakwa, termasuk jaringan Internasional (antar Negara) dan bertentangan dengan program pemerintah Indonesia

Jamu Valencia, Peluang Barca Raih Poin Penuh
Kemenangan jadi kewajiban untuk kami, guna menjaga potensi untuk menelikung Madrid di klasemen

Menerima Shabu 500 Gram, Juwita Divonis Penjara 12 Tahun
"Terima kasih Bapak Hakim. Saya menerima putusan 12 tahun penjara ini,"