|
|
JOTHI Siap Perjuangkan Hak Penderita HIV Kamis, 11 Februari 2010, 19:11 WIB
Jaringan Orang Terinfeksi HIV Indonesia (JOTHI) akan melaksanakan Program 'Kesehatan Kita' untuk membangun dan menggerakkan perjuangan hak-hak orang terinfeksi HIV.
'Latar belakang Program Kesehatan Kita disebabkan oleh beberapa hal, antara lain karena adanya tantangan dan hambatan perbaikan hidup orang terinfeksi HIV di daerah,' Koordinator Nasional JOTHI Abdullah Denovan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (11/02/2010).
'Diskriminasi dan stigma datang dari masyarakat, bahkan tidak sedikit orang terinfeksi HIV yang menstigma dirinya sendiri, sehingga banyak di daerah yang meninggal secara `misterius`, karena merahasiakan penyakit yang diidap,' kata Abdullah Denovan.
Program yang ditandatangani pada 3 Februari 2010 ini, menyepakati akan upaya pengembangan sistem psikososial pada penanggulangan AIDS, yaitu membangun kesadaran, mempertahankan kepatuhan HAART (Highly Active Anti Retroviral Therapy), mengelola kualitas kesehatan, memeriksakan kesehatan secara berkala, akses pelayanan kesehatan, serta pendeteksian dini infeksi, menurut penjelasan Deputi JOTHI Dini.
Pendanaan yang diterima untuk program ini diterima dari berbagai pihak, antara lain dari Indonesian Partnership Fund - Dana Kemitraan Indonesia AIDS (IPF-DKIA) sebesar Rp364 juta yang diserap pada sembilan provinsi, yaitu Jambi, Sumatra Barat, Riau, Lampung, Kalimantan Barat, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Dukungan pendanaan lain diterima dari Asia Pasific Network of people living with HIV+ (APN+) sebesar Rp60 juta, yang diserap oleh dua provinsi, yaitu Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Selatan.
'Memang selama ini, JOTHI sendiri beroperasi menggunakan dana yang 80 persen kami terima dari luar negeri,' ungkap Deputi Mobilisasi Sumber Daya Omar Syarif.
JOTHI adalah organisasi tingkat nasional bagi orang terinfeksi HIV, di mana seluruh anggotanya adalah orang HIV positif yang berdomisili di Indonesia.
Visinya adalah untuk memenuhi hak-hak orang terinfeksi HIV tanpa stigma dan diskriminasi di Indonesia.
Demi mencapai visi tersebut, misinya adalah membangun dan menggerakkan perjuangan melawan pelanggaran hak-hak orang terinfeksi HIV dalam proses pembuatan, serta melakukan kontrol terhadap penerapan kebijakan tersebut. (Btt/At)
TERKAIT :
Nikmati berita terkini di handphone anda http://m.berita8.com |
|