Berita8
  
twitter.com/berita8.com
Gumelar
Bookmark and Share

Dosis Rendah Estrogen Cegah Kambuhnya Kanker Payudara
Rabu, 19 Agustus 2009, 14:38 WIB

Menurut peneliti, dosis sangat rendah estrogen mungkin membantu perempuan yang kanker payudaranya kambuh setelah pengobatan.

Sekalipun pengobatan ditujukan untuk mencegah estrogen menyulut tumor, para peneliti mengatakan, setelah bertahun-tahun terapi, tubuh mungkin memerlukan hormon untuk menghilangkan semua itu.

Temuan mereka, yang disiarkan di dalam 'Journal of the American Medical Association', menyatakan, cara yang murah akan membantu sebagian pasien kanker payudara stadium lanjut.

Dr Matthew Eliis dari 'Washington University School of Medicine' di St. Louis dan rekannya mengkaji 66 perempuan yang terserang kanker payudara stadium lanjut yang telah menjalani perawatan dengan obat lebih baru yang disebut 'aromatase inhibitor'.

Semua itu meliputi Aromasin, produksi Pfizer, Femara dari Novartis dan Arimidex dari AstraZeneza Plc.

'Semua perempuan di dalam studi tersebut telah mengalami kumatnya penyakit mereka saat mengkonsumsi obat yang menurunkan estrogen, dan penyakit mereka malah bertambah berkembang,' kata Ellis dalam satu pernyataan.

'Jadi, mereka menjalani kemoterapi. Kami mendapati bahwa pengobatan estrogen menghentikan perkembangan penyakit pada banyak pasien dan jauh lebih dapat ditolerir dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh kemoterapi,' katanya.

Mereka memberi semua perempuan itu sejenis estrogen yang disebut 'estradiol', dalam dosis yang sangat tinggi dan sangat rendah. Kedua dosis tersebut membantu 30 persen perempuan itu, demikian temuan Ellis dan rekannya.

'Kami memperlihatkan secara jelas bahwa dosis rendah lebih dapat ditolerir dibandingkan dengan dosis tinggi dan sama efektifnya dalam mengendalikan penyakit metastatis,' kata Ellis.

Pengobatan tersebut tidak selalu langgeng. Pada 30 persen perempuan yang dibantu dengan menggunakan estrogen, tumor mereka mulai tumbuh lagi. Namun, kembali menggunakan 'aromatase inhibitor' --pil yang dikonsumsi setiap hari dan memiliki kadar toksin yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan kemoterapi-- membantu sepertiga perempuan itu.

Lebih dari 400.000 perempuan meninggal akibat kanker payudara di seluruh dunia setiap tahun. Sebanyak 75 persen kanker payudara adalah positif-reseptor-estrogen, yang berarti penyakit tersebut diberi makan oleh estrogen, dan pengobatan dengan obat seperti 'tamoxifen' dan 'aromatase inhibitor' memangkas pasokan hormon itu. (Rni/Ant)

Nikmati berita terkini di handphone anda http://m.berita8.com