|
|
Hasil Try Out Di Pamekasan Jeblok Rabu, 01 April 2009, 09:25 WIB
Setelah hasil Try Out di Kabupaten Sumenep jeblok. Kini di Kabupaten Pamekasan juga menuai hasil yang sama. Kondisi tersebut mengharuskan guru dan sekolah untuk lebih giat lagi membimbing siswanya menghadapi unas (ujian nasional) April mendatang. Pasalnya, hasil try out unas yang diadakan Musyawarah Kelompok Kerja Kepala Sekolah (MKKKS) Pamekasan jauh dari harapan.
Rata - rata hanya 23 persen siswa peserta try out yang lulus. Ironisnya lagi, jebloknya hasil uji coba unas ini terjadi di semua tingkatan sekolah, dari SD, SMP, hingga SMA.
Yang sangat jeblok adalah hasil try out dari seluruh SMP swasta di Pamekasan. Berdasarkan data yang diperoleh di Dinas Pendidikan (Disdik Pemekasan), sebanyak 1.520 siswa tidak lulus dari 1.622 peserta try out.
Hasil try out matematika paling mengecewakan. Tercatat 1.415 dari 1.622 siswa tidak lulus materi pelajaran menghitung ini. Mata pelajaran lain yang hasilnya mengecewakan adalah IPA. Siswa yang tidak lulus mencapai 1.273, yang lulus hanya 359 siswa.
Sedangkan untuk pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, dari 1.622 siswa masing - masing yang tidak lulus sebanyak 942 orang dan 926 orang.
Jebloknya hasil try out tersebut tidak hanya terjadi di tingkat SMP. Tapi dari berbagai tingkatan sekolah. Baik sekolah negeri maupun swasta.
Sekretaris Panitia Unas Pamekasan Slamet Gustiantoko mengakui jika hasil try out untuk tingkat SD, SMP, dan SMA relatif sama. Tingkat kelulusannya hanya 23 sampai 26 persen. 'Hasil try out sekolah negeri maupun swasta tidak jauh,' katanya, Selasa (31/3/2009).
Namun, dia berdalih, hasil try out tidak bisa dijadikan tolok ukur untuk nilai unas mendatang. Alasannya, siswa tidak serius dalam menjawab soal - soal try out. 'Maklum, selain gratis, try out tidak menentukan lulus tidaknya mereka,' ujarnya.
Menyikapi hal itu, panitia Unas Pamekasan mengimbau agar semua sekolah melaksanakan bimbingan berlajar (bimbel) dan try out sendiri - sendiri. Hingga kemarin bimbel sudah berjalan di seluruh sekolah. Namun, baru 80 persen sekolah yang mengadakan try out sendiri.
Namun, ada kondisi yang dikhawatirkan panitia unas. Yakni, pemilu berdekatan dengan masa tenang siswa. 'Bagaimanapun juga kondisi nanti akan berimbas pada pendidikan,' kata Slamet.(Jon)
TERKAIT :
Nikmati berita terkini di handphone anda http://m.berita8.com |
|